Tuesday 30 August 2011

Trip Report 2, Mudik Estafet By Bus


KA Sembrani yang kami tumpangi tiba di Stasiun Pasar Turi Surabaya cukup tepat waktu, tanggal 26 Agustus 2011 sekitar pukul 07.30 WIB. Namun sayang sekali tidak terlihat penampakan penyambutan dari panitia Mudik Akbar Bareng Telkomsel 2011, padahal sebelumnya panitia di kereta telah menginformasikan bahwa bakal ada foto bareng peserta dan panitia di stasiun tujuan. Karena para peserta Mudik Akbar Bareng Telkomsel 2011 diumbar begitu saja di Stasiun Pasar Turi Surabaya, tidak lama kemudian mereka pada ngacir pulang sendiri-sendiri, termasuk saya.

Secara umum suasana Stasiun Pasar Turi Surabaya cukup crowded, terlihat dari suasana ruang tunggu penumpang yang cukup ramai, banyaknya penumpang yang turun dari kereta, serta ditambah dengan banyaknya mobil pribadi yang diparkir di lahan parkir di halaman stasiun. Namun sayang sekali keramaian ini tidak sempat saya abadikan, wong sudah kepikiran rumah terus.

Mudik estafet by bus tahap 1 dimulai dengan berjalan kaki ke Pusat Grosir Surabaya (PGS) yang berjarak sekitar 300 meter dari Stasiun Pasar Turi Surabaya. Setelah menunggu kurang lebih 5 menit sampailah bus kota yang kami tunggu untuk mengantarkan kami ke Terminal Bus Bungurasih. Meskipun cukup berdesakan, moda transportasi ini mau tidak mau harus dipilih karena hanya dengan bus kota ini kami bisa mencapai Terminal Bus Bungurasih dalam waktu cepat dan dengan biaya super irit tentunya.

Pic 1. Suasana koridor arrival bus kota di Terminal Bus Bungurasih 26 Agustus 2011 (click to enlarge)
Pic 2. Suasana peron di Terminal Bus Bungurasih 26 Agustus 2011 (click to enlarge)

Pic 3. Informasi jadwal keberangkatan bus layaknya yg ada di Bandara Juanda dan bandara besar lainnya, kalo harga karcis yg tertera ndak sama dgn yg diminta operator bus, LAPORKAN aja ke DLLAJ (click to enlarge)



Pic 4. Suasana lengang di koridor departure bus PATAS 
26 Agustus 2011 (click to enlarge)
 
Pic 5. Suasana koridor departure bus ekonomi 
26 Agustus 2011, masih baru tapi udah lumayan "buluk" dan terlihat kurang terawat (click to enlarge)
 




Pic 6. Ini dia bus yg saya tumpangi ke Probolinggo, PO Ladju (click to enlarge)

Mudik estafet by bus tahap 1 diakhiri dengan sampainya saya di rumah mertua di Leces, Probolinggo pada sekitar pukul 11.00 WIB. Secara umum mudik estafet by bus tahap 1 lumayan asoy euy, jalanan lancar dan gak ada macet - macetan, meski di daerah rawan seperti Porong atau rute Grati - Nguling sekalipun.

Mudik estafet by bus tahap 2 dimulai pada hari selanjutnya, Sabtu 27 Agustus 2011. Sekitar pukul 09.30 WIB saya dan istri ditemani si kecil di dalam perut bundanya mulai berangkat dari rumah. Alhamdulillah ndak perlu nunggu lama buat nungguin dapet bus. Kurang dari setengah jam kami sudah sampai di Terminal Bayuangga, Probolinggo. Saat itulah kami berpindah ke bus PATAS Sandy Putra yg Alhamdulillah mengantarkan kami dengan lancar hingga ke 
Terminal Bus Bungurasih, Surabaya. Kami sampai di 
Terminal Bus Bungurasih sekitar pukul 12.30 WIB dan berangkat melanjutkan pada rute Surabaya - Tulungagung sekitar 1 jam setelahnya.



Kondisi arus mudik di
 Terminal Bus Bungurasih pada saat itu bener-bener crowded. Bahkan cenderung overload, wong nungguin bus PATAS untuk rute Surabaya - Tulungagung aja hampir 1 jam. Belum lagi faktor armada bus yang kurang, sampai - sampai bus di PATAS aja sampai ada penumpang berdiri-nya, berbeda 180 derajat dengan kondisi pada rute Probolinggo - Surabaya yang kosong mlompomg.




Pic 7. Mudik estafet by bus tahap 2 rute Leces - Tulungagung, ditemani istri tercinta dan si kecil di dalam perut bunda-nya (click to enlarge)



Pic 8. Kondisi jalan antara Probolinggo - Pasuruan, mulus karena baru aja diaspal, tapi sayang marka pembatas jalan belum ada, lumayan bahaya tuh (click to enlarge)


Pic 9. Ini dia bus yg kami tumpangi ke pada rute Probolinggo - Surabaya, PO Sandy Putra (click to enlarge)


Pic 10. Tidak salah kalau media massa bilang 27 Agustus 2011 merupakan puncak arus mudik 2011, bus PATAS Harapan Jaya rute Surabaya - Tulungagung aja sampai ada penumpang berdiri-nya (click to enlarge)

No comments: