Monday, 5 September 2011

Catatan dari Tragedi Car Accident Saipul Jamil


Tulisan utama di bawah ini disadur dari media microblogging kompasiana dan merupakan hasil karya kang Karman Mustamin, seorang pemerhati di bidang otomotif yang juga merupakan founder Smart Driving Institute (SDI).

Postingan ini bertujuan untuk mengingatkan kita semua untuk mengenal lebih dekat serta memahami peralatan transportasi yang kita miliki. Pemahaman akan spesifikasi serta karakter perlatan yang kita miliki akan membawa kita pada penggunaan peralatan yang optimal serta aman, begitu juga pada peralatan transportasi, baik itu motor, mobil, atau moda yang lainnya.

Mengutip ungkapan kang  Karman MustaminBe smart before you drive, lebih baik mencegah daripada kita menyesal di kemudian hari karena kemalasan kita untuk belajar dan bertindak preventif, wish us all a safe trip.

Pic 1. Mobil Toyota Avanza tipe G milik Saipul Jamil setelah mengalami kecelakaan

Mudik lebaran, harus diakui menjadi fenomena tersendiri bagi Indonesia. Hampir dipastikan, tradisi mudik lebaran ini tak akan ditemui di negara lain di dunia. Namun seiring berlangsungnya tradisi ini dari tahun ke tahun, terselip pula tragedi yang sesungguhnya sangat tragis. Arus mudik, ternyata membawa dampak berupa jatuhnya korban tewas yang sia-sia akibat kecelakaan lalu lintas.

Menurut data sementara dari Posko Angkutan Lebaran Terpadu Kementerian Perhubungan hingga H+1 yang dirilis 1 September 2011, tercatat terjadi 2.773 kecelakaan lalu lintas selama mudik lebaran. Sejumlah kecelakaan lalu lintas ini mengakibatkan 433 orang korban meninggal dunia dan 729 orang luka berat. Ini berarti pula, dari tahun ke tahun jumlah korban yang bergelimpangan di jalan terus meningkat dan nyaris tak mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Kecuali, sekadar menjadi konsumsi berita media massa.


Tuesday, 30 August 2011

Trip Report 2, Mudik Estafet By Bus


KA Sembrani yang kami tumpangi tiba di Stasiun Pasar Turi Surabaya cukup tepat waktu, tanggal 26 Agustus 2011 sekitar pukul 07.30 WIB. Namun sayang sekali tidak terlihat penampakan penyambutan dari panitia Mudik Akbar Bareng Telkomsel 2011, padahal sebelumnya panitia di kereta telah menginformasikan bahwa bakal ada foto bareng peserta dan panitia di stasiun tujuan. Karena para peserta Mudik Akbar Bareng Telkomsel 2011 diumbar begitu saja di Stasiun Pasar Turi Surabaya, tidak lama kemudian mereka pada ngacir pulang sendiri-sendiri, termasuk saya.

Secara umum suasana Stasiun Pasar Turi Surabaya cukup crowded, terlihat dari suasana ruang tunggu penumpang yang cukup ramai, banyaknya penumpang yang turun dari kereta, serta ditambah dengan banyaknya mobil pribadi yang diparkir di lahan parkir di halaman stasiun. Namun sayang sekali keramaian ini tidak sempat saya abadikan, wong sudah kepikiran rumah terus.

Mudik estafet by bus tahap 1 dimulai dengan berjalan kaki ke Pusat Grosir Surabaya (PGS) yang berjarak sekitar 300 meter dari Stasiun Pasar Turi Surabaya. Setelah menunggu kurang lebih 5 menit sampailah bus kota yang kami tunggu untuk mengantarkan kami ke Terminal Bus Bungurasih. Meskipun cukup berdesakan, moda transportasi ini mau tidak mau harus dipilih karena hanya dengan bus kota ini kami bisa mencapai Terminal Bus Bungurasih dalam waktu cepat dan dengan biaya super irit tentunya.

Pic 1. Suasana koridor arrival bus kota di Terminal Bus Bungurasih 26 Agustus 2011 (click to enlarge)

Thursday, 25 August 2011

Trip Report 1, Mudik Akbar Bareng Telkomsel [KA Sembrani Gambir-Ps.Turi]


Mudik Akbar Bareng Telkomsel 2011 merupakan bagian dari program Telkomsel Siaga 2011 yang pada tahun ini mengalokasikan kuota sebanyak 5000 orang pelanggan pada berbagai rute mudik. Kebetulan rute mudik kereta api tahun ini seluruhnya dialokasikan pada rute jalur utara dan selatan antara Jakarta hingga Surabaya. Dan lebih kebetulan lagi karena tahun ini saya cukup beruntung untuk bisa menjadi bagian di dalamnya, sebagai peserta mudik tentunya.

Berikut reportase singkat perjalanan KA Sembrani tanggal 25 Agustus 2011 yang merupakan bagian dari Mudik Akbar Bareng Telkomsel 2011, khususnya Gerbong 3, tempat dimana saya menulis reportase ini dan kurang lebih 10 jam "berjalan" ke Surabaya. Pada perjalanan kali ini kebetulan saya ditemani rekan se-angkatan, Fajar namanya, kalau ada yang berminat silakan aja hubungi beliaunya.

Pic 1. Modal ngikut mudik, voucher mudik dari Telkomsel (click to enlarge)

Friday, 19 August 2011

Cara Herbal Sembuhkan Pilek (Selesma)


Pulang kampung membawa pilek sebagai oleh-oleh, itulah yang saya alami baru-baru ini. Bukan bermaksud menyalahkan momen pulang kampungnya, yang saya beri garis besar di sini adalah betapa pentingnya kondisi tubuh yang fit terutama pada situasi dimana kita harus menjalani suatu perjalanan jauh. Dan bodohnya kali ini saya dengan sukses memperoleh kegagalan dalam menjaga kondisi tubuh saya.
Terlepas dari itu, pilek atau yang dalam istilah kedokteran dikenal sebagai selesma (common cold) merupakan penyakit yang umum ditemui, dan sering kali cukup menyusahkan. Secara umum pilek akan dengan mudah hinggap apabila kondisi tubuh drop atau kurang fit. Sering kali orang awam menyamakan selesma dan influenza, padahal secara kedokteran keduanya merupakan dua macam penyakit yang berbeda, hanya saja memiliki kemiripan gejala. Umunya gejala influenza lebih hebat daripada selesma, demam tinggi atau menggigil hebat umumnya hanya ditemui pada influenza. Secara umum detail perbedaan selesma dan influenza dapat ditemukan di sini.


Thursday, 18 August 2011

PT DI, Jatuh Bangun Bangkitkan Industri Pesawat Indonesia




Pic 1. The 1st N250-50 Gatotkaca, PK-XNG 


Metrotvnews.com, Bandung: Banyak yang menilai Indonesia belum siap memiliki pabrik pesawat yang membutuhkan modal besar dan teknologi tingkat tinggi. Banyak pula yang menganggap pabrik pesawat itu hanya sekedar pemborosan. Meski demikian, PT Dirgantara Indonesia (DI) terus berjuang membangkitkan pabrik pesawat sebagai citra eksklusif bangsa.