Tulisan utama di bawah ini disadur dari media microblogging kompasiana dan merupakan hasil karya kang Karman Mustamin, seorang pemerhati di bidang otomotif yang juga merupakan founder Smart Driving Institute (SDI).
Postingan ini bertujuan untuk mengingatkan kita semua untuk mengenal lebih dekat serta memahami peralatan transportasi yang kita miliki. Pemahaman akan spesifikasi serta karakter perlatan yang kita miliki akan membawa kita pada penggunaan peralatan yang optimal serta aman, begitu juga pada peralatan transportasi, baik itu motor, mobil, atau moda yang lainnya.
Mengutip ungkapan kang Karman Mustamin, Be smart before you drive, lebih baik mencegah daripada kita menyesal di kemudian hari karena kemalasan kita untuk belajar dan bertindak preventif, wish us all a safe trip.
Mudik lebaran, harus diakui menjadi fenomena tersendiri bagi Indonesia. Hampir dipastikan, tradisi mudik lebaran ini tak akan ditemui di negara lain di dunia. Namun seiring berlangsungnya tradisi ini dari tahun ke tahun, terselip pula tragedi yang sesungguhnya sangat tragis. Arus mudik, ternyata membawa dampak berupa jatuhnya korban tewas yang sia-sia akibat kecelakaan lalu lintas.
Menurut data sementara dari Posko Angkutan Lebaran Terpadu Kementerian Perhubungan hingga H+1 yang dirilis 1 September 2011, tercatat terjadi 2.773 kecelakaan lalu lintas selama mudik lebaran. Sejumlah kecelakaan lalu lintas ini mengakibatkan 433 orang korban meninggal dunia dan 729 orang luka berat. Ini berarti pula, dari tahun ke tahun jumlah korban yang bergelimpangan di jalan terus meningkat dan nyaris tak mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Kecuali, sekadar menjadi konsumsi berita media massa.


